Panduan Penggunaan Sanitizer

Sanitasi adalah proses yang digunakan untuk menghilangkan atau mengurangi jumlah mikroba (mikroorganisme) di permukaan. Sanitasi tidak dapat dilakukan sampai permukaannya bersih.

Sanitizer umumnya dibagi menjadi dua kategori: sanitizer non kontak makanan dan pembersih kontak makanan. Menurut EPA, pembersih non-kontak makanan mencakup barang-barang seperti pembersih udara, pembersih karpet, dan pembersih kamar mandi. Pembersih kontak makanan menghilangkan bakteri dari permukaan seperti peralatan makan, piring, dan permukaan dalam pemrosesan makanan dan situasi layanan makanan. Setelah ahli kebersihan memahami perbedaan antara pembersih dan disinfektan dan sub kategori di bawah setiap kelompok, mereka kemudian dapat mengalihkan perhatian mereka ke pedoman penerapan.

Berikut ini adalah beberapa pedoman dasar untuk menerapkan produk sanitasi dan desinfektan:

1) Gunakan produk sesuai petunjuk- jangan merusak produk dengan mengencerkannya (untuk menghemat uang) selain sesuai dengan petunjuk jika tidak menyebabkan produk memiliki manfaat membunuh sebagian atau tidak ada kuman.

2) Hindari mencampur bahan kimia yang berbeda. Jangan menambahkan disinfektan ke pembersih non disinfektan. Hanya produk yang disetujui EPA yang boleh digunakan untuk desinfektan. Pencampuran bisa berbahaya dan tidak produktif.

3) Cari label peringatan. Semua produk yang terdaftar EPA memerlukan pernyataan peringatan pada label. Jika tidak ada pernyataan peringatan, produk tersebut tidak terdaftar atau disetujui EPA untuk digunakan.

4) Disinfektan dan antibiotik berbeda. Kemanjuran disinfektan pada organisme antibiotik mungkin membingungkan beberapa pengguna. Yang benar adalah produk desinfektan membunuh organisme ini dengan cara yang berbeda dari antibiotik. Selama EPA menyetujui pengujian dan Anda mengikuti petunjuk label untuk organisme resisten antibiotik tertentu, disinfektan efektif dalam membunuh mereka.

5) Alat pembersih memainkan peran penting. Bahan aktif dalam produk membunuh kuman, tetapi menggunakan alat yang terkontaminasi (spons, kain, pel, dll.) Dapat membawa kuman kembali ke permukaan yang bersih dan didesinfeksi. Petugas kebersihan harus mengganti alat pada jadwal yang sesuai untuk lokasi dan situasi.

Dengan memahami prosedur aplikasi yang efektif, ahli kebersihan dapat memilih produk yang memenuhi kebutuhan sanitasi mereka serta mengatasi tantangan pembersihan khusus mereka. Ingatlah bahwa pembersih mungkin menghilangkan organisme, tetapi tidak selalu menghilangkan kotoran dan tanah lainnya.

Jika Anda memiliki masalah dengan virus yang berbahaya, Anda dapat menghubungi jasa penyemprotan disinfektan bandung yang sangat profesional dan dapat di andalkan untuk membunuh bakteri dan virus berbahaya seperti corona di sekitar area rumah maupun Kantor Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *